BELAJAR UNTUK BEKERJA ATAUAKAH BEKERJA UNTUK BELAJAR

Belajar sangat identik dengan RASA INGIN TAHU, tetapi apakah pernah terlintas walau hanya sekejap tentang apa yang akan kita DAPATKAN dari BELAJAR ataukah akan kita gunakan untuk apa hasil dari BELAJAR kita?

Banyak orang yang mengatakan atau yang menanyakan:
Apa saja yang membuktikan jika ANDA pernah BELAJAR?
Apa yang pernah ANDA perbuat dari hasil BELAJAR anda?

Pertanyaan itu adalah sebagian dari banyak lagi pertanyaan yang mungkin akan muncul atau akan dipertanyakan kepada kita yang secara akademik pernah merasakan geramnya banku PENDIDIKAN, yang secara langsung juga akan menjawab pertanyaa yang pertama yang dibuktikan dengan adanya IJAZAH yang kita peroleh secara akademik baik itu dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, ataupun pada saat kuliah.

Namun kesemuanya itu tidak menjadi bukti bahwa kita pernah berfikir tentang apa yang kita pelajari, hanya saja kita lebih terfokus dan terkunci dalam kata BELAJAR. sekarang kita bahas dan analisis pokok permasalahnnya.

BELAJAR UNTUK BEKERJA

Arti belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah “suatu usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu” sedang kan kata bekerja ialah “melakukan suatu (aktifitas) atau juga berbuat sesuatu” yang tentunya dari akrifitas perbuatan itu harus dibuktikan dengan hasil. Belajar untuk Bekerja ini memang suatu hal yang sangat sulit untuk disimpulkan dikarenakan segala aktifitas tentunya seiring selalu ada kata belajar.

kata bekerja sendiri masih terlalu umum untuk didefinisikan jika ingin mengambil suatu kesimpulan apa yang akan diperoleh dari bekerja. mungkin untuk mewakili dari kesimpulan tersebut adalah dengan kata “Time Is Money“. Artinya secara umum bekerja identik dengan suatu perolehan yang nampak jelas bisa dilihat oleh mata, dan pada umum nya kata belajar untuk bekerja ini digunakan oleh para Pekerja.

Misalkan ada seorang yang sedang menegerjakan sesuatu yang belum terlalu dipahami maka secara spontan dia akan disuruh belajar baik oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain yang memahani pekerjaan tersebut dengan mengatakan”belajar, belajar, dan belajar” dan kata ini sangat sering kita dengar dilingkungan sekitar kita.

BEKERJA UNTUK BELAJAR

kata ini sering terdengar oleh kita sendiri entah itu dilingkungan rumah ataupun dilingkungan sekolah. penggunaan kata ini lebih mengarah kepada memperdalam ilmu, artinya setiap aktifitas atau setiap perbuatan kita tentunya harus menghasilkan suatu pembelajaran (ilmu). kata ini juga sangat lumrah didengar ketika berada dilingkungan sekolah ataupun tempat kerja kita.

misalkan ada suatu pekerjaan yang belum kita tahu atau sedang mendapatkan suatu pekerjaan namun kita justru merasa bingung? kebingungan kita tersebut akan terpecahkan atau akan terjawab apabila kita mengerjakan suatu pekerjaan tersebut sehingga hasil dari pekerjaan kita akan terasa lebih bermanfaat dan terlebih lagi bisa mengembangkan ilmu yang didapatkan dari bekerja tersebut. kata-kata yang sering digunakan adalah “kerjakan saja ”

Jadi pada hakikatnya kedua kata ini memang akan mengarah kepada satu kata yaitu ILMU. untuk mengajarkan kita akan pentingnya suatu ILMU baik itu kita menggunakan ilmu untuk mempermudah pekerjaan kita ataukah dengan pekerjaan tersebut kita akan memperoleh suatu ilmu baru atau bahakan akan memperdalam ilmu kita sebelumnya.

Iklan

Bumi dan Dunia

Assalamualaikum

Siapa yang tidak kenal dengan kata Bumi?

Ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa bumi adalah planet ketiga yang ada di galaxy Bima Sakti. Bumi juga merupakan tempat hidup dan berkembang biak mahluk hidup salah satunya adalah Manusia.

Ada banyak teori yang menjelaskan tentang asal muasal adanya istilah Bumi ini, ada yang menjelaskan secara ilmu pengetahuan dan ada juga yang memaparkan berdasarkan Agama.

Namun kali ini kita tidak dalam pembahasan secara Ilmu Pengetahuan karena sebagian kita sudah sangat mengetahuinya, akan tetapi akan dijelaskan secara Agama.

Dalam Agama islam yaitu sebagaimana dijelaskan dalam banyak ayat tentang penciptaan langit dan bumi oleh Allah dalam enam masa.

Akan tetapi banyak yang memiliki pandangan bahkan keyakinan dengan menyamakan istilah Bumi dan Dunia Yaitu tempat hidup dan berkembangnya mahluk hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan formal ataupun informal kita sering mendengar istilah bahwa apabila kita berbeda pandangan dengan sesorang, berbeda latar belakang keilmuan, dan/atau berbeda hobi atau kebiasaan, maka kita sering mengatakan bahwa

“antara kau dan aku memiliki Dunia yang berbeda”

Jika merenungkan sejenak istilah perbedaan tersebut, lalu point apa yang bisa kita peroleh apakah

Bumi ini hanya tempat untuk menikmati keindahan dunia (surga dunia)? Lalu bagian yang mana yang dimaksud dengan DUNIA?

Baiklah, sekarang kita akan mulai memahami Dunia secara sedehana dan mudah. Jika pendapat pada pembahasan sebelumnya yang mengatakah bahwa “dunia kita berbeda” itu Artinya

bahwa dunia ini ada pada Diri masing-masing manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai Khalifah di Bumi ini.

Bumi Dan Dunia memang memliki pengertian yang sangat tipis perbedaannya, hanya saja Bumi dalam penciptaannya sudah dijelaskan didalam Al Qur’an sedangkan dunia tidak ada satu dalil atau hadist pun yang menjelaskan kapan diciptakan.

Pembahasan ini sengaja dipersingkat dan semoga bermanfaat, terimakasih

Wassalam

Adat Dulu atau Agama Dulu

Saat itu ada sesorang remaja sedang mendalami tentang bagaimana membangun suatu relasi yang bagus serta bagaimana mempertahankan relasi tersebut. Ketika saat sedang mencari bahan tambahan bukannya mendapatkan apa yang diharapkan, akan tetapi ada banyak hal-hal baru yang dia temukan. Banyak pernyataan aneh dan sangat tajam, diantaranya adalah:

  • Membagun dan mempertahankan relasi yang baik bisa dilakukan dengan cara mendalami Adat (nilai yang hidup dimasyarakat).
  • Membangun dan mempertahankan relasi yang baik bisa dilakukan dengan mendalami dan menerapkan nilai-nilai agama.

Pernyataan kedua mungkin sangat rasional untuk dilakukan, akan tetapi pada pernyataan pertama cukup aneh dan sangat menantang.

Masyarakat adalah sesuatu yang sangat sensitif apabila dikaitkan dengan suatu hubungan. Hubungan masyarakat tidak serta merta akan berjalan selaras dengan paham atau keyakinan (agama) yang sifatnya substansi dan privat.

Secara substansi, tidak banyak orang yang memahami seperti apa suatu keyakinan itu harus diyakini, atau bagaimana meyakini sesuatu yang membuat mereka yakin, hingga mereka secara mutlak harus meyakini. Karena secara substansi, tidak akan membicarakan tentang apa yang mestinya diyakini, akan tegapi lebih kepada nilai-nilai dari suatu keyakinan (agama). Dan secara privat keyakinan (agama) adalah hak bagi setiap orang tanpa ada intimidasi dan intervensi dari pihak manpun.

Lalu apa hubungannga dengan Adat?.

Sewaktu kecil dan hidup di daerah kampung yang sangat kental dengan nilai nilai adat, sangat sulit rasanya mendapatkan suatu kesimpulan dari judul diatas. Adat disini diartikan sebagai etika, cara, langkah, dalam bersosial bukan sebagi hal-hal yang berbau magis dan mistis.

Pada saat itu memang para orang tua selaku menanamkan tentang nilai dan cara bagaimana bersosial baik dalam masyarakat, keluarga, ataupun terhadap orang tua sendiri. Dan nilai-nilai tersebut tidak bisa diperoleh secara akademik atau secara formal.

Dan tidak lama setelah itu barulah kemudian para orang tua mengajarkan kita ilmu yang sifatnya memaksa untuk mempelajari, mendalami, dan mengimplementasikan yang disebut dengan ilmu agama yang bertujuan agar supaya nilai-nilai adat tersebut dapat diperkuat lagi untuk memperkuat keyakinan.